Senin, 07 Desember 2009

Membaca Pikiran Seseorang Melalui Kaki

0 komentar

Banyak cara agar kita bisa membaca pikiran atau membaca fakta dari pembicaraan seseorang tersebut. Jika ingin tahu apakah seseorang sedang gugup, berbohong atau menyukai lawan jenisnya, bacalalah lewat kakinya.

Dulu pakar bahasa tubuh mengatakan bahwa kontak mata bisa membawa sebuah pesan pada orang lain, tapi kini tak hanya mata, tapi juga kaki. Melalui kaki, pikiran dan perasaan seseorang bisa diketahui.

"Melalui kaki, kepribadian seseorang bisa terlihat. Kaki bisa mengatakan apa yang sedang dibicarakan dan dirasakan seseorang," ujar Geoffrey Beattie, psikolog dari Manchester University seperti duktip dari Glamour, Senin (7/12/2009).

Menurut Beattie, kaki adalah bagian tubuh yang sering terlewatkan dari pandangan mata, padahal dari kaki pesan tubuh bisa dibaca dengan lebih jelas. Apa saja contohnya?

"Jika Anda menyukai seorang pria dan sedang tertawa, kaki Anda akan bergerak dan membuat postur kaki terbuka, tapi jika Anda tidak tertarik pada seseorang, kaki Anda biasanya secara otomatis akan menyilang," jelas Beattle.

Sementara itu, orang yang sedang berbohong cenderung membuat postur kaki yang tidak biasa untuk mengalihkan dan mengganggu pembicaraan dengan lawan jenisnya. Sedangkan orang arogan umumnya memiliki kaki yang kaku dan tetap pada tempatnya berdiri.



Untuk mengetahui orang yang sedang gugup, perhatikanlah gerakan kakinya. Jika kakinya banyak melakukan gerakan artinya ia sedang gugup. Jadi lain kali jika Anda sedang berbicara dengan seseorang, jangan lupa untuk perhatikan kakinya.

Referensi : Detik.
Read more ►

Selasa, 24 November 2009

Apa Ruginya Memaafkan?

0 komentar

Jika pertanyaan itu diajukan kepada mereka yang telah berhasil memaafkan, pasti jawabannya sudah jelas. "Tidak Ada!" Tapi, bagi mereka yang belum memaafkan, cobalah melihat kembali apakah bertahan dengan sikap seperti itu memang tepat.

* Dengan tidak memaafkan, Anda mungkin berharap bahwa orang yang menyakiti hati Anda itu sama menderitanya dengan Anda. Mungkin Anda berharap bahwa tak adanya maaf akan membuatnya tersiksa. Yang terjadi justru sebaliknya, Anda sendiri yang lebih sakit hati karena makin tersiksa oleh memori buruk yang terus Anda pelihara.

* Mungkin Anda berharap, dengan tidak mendapatkan maaf, maka orang tersebut tidak akan pernah menemukan kedamaian dalam hidupnya. Mungkin Anda lupa bahwa hidup orang tersebut tidak bergantung pada Anda, melainkan pada dirinya sendiri.

Jadi, mendapatkan maaf dari Anda atau tidak, sebetulnya tidak berpengaruh apa pun terhadapnya. Anda sudah ge-er merasa bisa menentukan kehidupan orang lain.

* Jika Anda tidak memaafkan, apakah hidup orang yang menyakiti hati Anda itu menjadi lebih sengsara dan menderita? Mungkin hidupnya malah jauh lebih bahagia daripada Anda, dan dia sudah menganggap selesai semua masalah dengan Anda.

Jadi, siapa sebetulnya merugi? Tentu saja Anda sendiri. Maksud hati biar untung sekaligus membuat buntung, malah rugi dan buntung sendiri.

* Sebetulnya, apa untungnya bagi Anda jika terus menyimpan dan memelihara kenangan buruk dan sakit hati itu? Bisa merasa puas? Betulkah Anda sudah puas? Lantas, mengapa masih menyimpan kekecewaan, kesedihan, kemarahan, dan sejenisnya itu?

* Anda mungkin begitu membenci orang yang telah menyakiti hati secara luar biasa itu. Karenanya sulit sekali Anda memberinya maaf. Jika membenci, mestinya dilepaskan. Tapi, mengapa Anda justru menyimpan memori tentang orang tersebut sedemikian kuatnya?

Mungkin Anda lupa, tidak memberi maaf berarti Anda terus menerus mengikatkan diri kepada orang tersebut, dengan segala memori buruk dan emosi negatif yang menyertainya. Jadi, siapa yang rugi? Anda sendiri.

* Mungkin Anda berpikir bahwa memberi maaf akan merugikan diri Anda? Gengsi Anda jatuh? Harga diri terlecehkan? Betulkah harga diri dan gengsi letaknya di situ? Mungkin Anda lupa, dengan memberi maaf itu sebetulnya justru Anda perlukan untuk terciptanya relasi yang baik dengan diri sendiri. Anda bisa berdamai dengan diri sendiri.

* Tak tahukah Anda, dengan atau tanpa minta maaf, maka yang terpengaruh adalah diri Anda sendiri? Orang itu tidak memerlukan maaf dari Anda karena dia bisa memaafkan dirinya sendiri, dan melanjutkan hidupnya. Jadi, mengapa Anda bertahan dengan hidup dalam gelimang sakit hati?

Memaafkan itu melepaskan Anda dari penderitaan. Jadi, siapa yang diuntungkan jika Anda bisa memaafkan?

Sumber : Kompas
Read more ►
 

Copyright © Informasi terbaru Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger